Medan, Selasa 8 September 2026 — Pesantren Ittihadul Muhibbin mendapat kunjungan Habib Ahmad Mujtaba bin Muhammad Syahab, Pengurus Majelis Al-Muwasolah Pusat, pada Selasa (8/9/2026). Majelis Al-Muwasolah merupakan majelis yang menjadi wadah berkumpulnya para ulama Muslimin yang dibentuk dan dibina langsung oleh Al-Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Yaman.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Dakwah dan Maulid Arba’in Majelis Darus Shofa Medan yang diikuti beliau selama beberapa hari. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ahmad Mujtaba bersilaturahmi sekaligus melihat secara langsung perkembangan pendidikan dan kehidupan para santri di Pesantren Ittihadul Muhibbin.
Dalam kunjungannya, beliau meninjau berbagai aktivitas dan fasilitas pesantren, mulai dari ruang kelas, kamar santri, dapur, laboratorium komputer hingga perpustakaan. Beliau memberikan apresiasi terhadap sistem pendidikan Pesantren Ittihadul Muhibbin yang memadukan kurikulum modern dengan tradisi pendidikan pesantren tradisional.
Beliau juga mengapresiasi penggunaan buku-buku pembelajaran Al-Azhar Mesir yang untuk santri kelas 1 setingkat MTs masih diterjemahkan dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Menariknya, ikhtiar pendidikan tersebut berjalan berdampingan dengan pengamalan tradisi keilmuan dan amaliyah di Tarim, Yaman, seperti pembacaan Wirdul Lathif dan Ratib Al-Attas. Perpaduan antara khazanah pendidikan Al-Azhar dengan amaliyah para ulama Tarim tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren dalam membentuk santri yang kuat dalam keilmuan sekaligus dekat dengan tradisi dan nilai-nilai keagamaan.
Perhatian khusus beliau berikan saat mengunjungi perpustakaan. Habib Ahmad Mujtaba menyampaikan bahwa salah satu hal pertama yang dilihat dari sebuah pesantren adalah perpustakaannya, karena menurut beliau, perpustakaan merupakan ujung tombak pesantren dalam membangun tradisi keilmuan dan budaya membaca.
Beliau tampak antusias melihat keberadaan perpustakaan Pesantren Ittihadul Muhibbin dan khazanah buku yang tersedia. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ahmad Mujtaba juga menyampaikan rencana untuk mengirimkan sejumlah buku karya Al-Habib Umar bin Hafidz serta karya para habaib dan ulama lainnya untuk menambah koleksi perpustakaan pesantren.
Rencana tersebut disambut baik oleh keluarga besar Pesantren Ittihadul Muhibbin. Tambahan koleksi tersebut diharapkan dapat semakin memperkaya bahan bacaan para santri, sekaligus memperkenalkan mereka kepada karya-karya ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, dakwah, akhlak, dan pembinaan umat.
Selain melihat sarana pendidikan, beliau juga menyaksikan secara langsung kehidupan keseharian para santri serta berbagai fasilitas yang menunjang proses pendidikan. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus motivasi bagi pengasuh, guru, dan santri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.
Kehadiran Habib Ahmad Mujtaba bin Muhammad Syahab menjadi bagian dari rangkaian dakwah dan silaturahmi beliau selama berada di Kota Medan. Kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara pesantren, para ulama, dan jaringan dakwah yang berpegang pada tradisi keilmuan Islam serta terus berkhidmat dalam mendidik generasi penerus.


