Sebelum memasuki tahun ajaran baru, Pesantren Ittihadul Muhibbin menggelar kegiatan Silaturahmi Wali Santri Baru pada Ahad, 12 Juli 2026, bertempat di Musala/Hall Pesantren Ittihadul Muhibbin. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antara pesantren dengan para wali santri sekaligus menyatukan visi dalam mendidik generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan beradab.
Acara dihadiri oleh Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin, Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.Th., serta Prof. Hasballah Thaib, M.A. selaku tokoh pendidikan. Hadir pula beberapa asatidz yang selama ini menjadi pengisi kajian di Majelis Al-Ittihad, para dewan guru, pengurus pesantren, serta seluruh wali santri baru.
Dalam sambutannya, Direktur Pesantren menjelaskan sejarah dan filosofi nama Pesantren Ittihadul Muhibbin. Beliau menyampaikan bahwa kata “Ittihad” diambil dari Majelis Al-Ittihad yang dahulu digagas oleh almarhum KH. Hafiz Yazid dan dr. Imsah Satari, Sp.M., sebagai simbol persatuan, ukhuwah, dan kebersamaan dalam menuntut ilmu serta berdakwah. Adapun kata “Muhibbin” terinspirasi dari Majelis Nurul Muhibbin yang diasuh oleh K.H. Ahmad Bakhiet di Kalimantan Selatan, sebagai lambang kecintaan kepada Allah, Rasulullah ﷺ, para ulama, dan ilmu agama. Dengan nama tersebut, diharapkan seluruh civitas pesantren mampu menjadi pribadi yang bersatu dalam kebaikan dan dipenuhi rasa cinta terhadap agama serta para pewaris nabi.
Direktur Menginformasikan kepada wali santri bahwa arah pendidikan pesantren Ittihadul Muhibbin ada 3 yang disebut dengan Al-Maqashid Ats-Tsalatsah yaitu Ilmu Yang Kokoh, Akhlak Yang Mulia dan Bermanfaat Bagi Manusia.
Selain penyampaian visi dan misi pesantren, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan sistem pendidikan, pengasuhan, tata tertib, serta budaya kepesantrenan kepada para wali santri. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kemitraan antara pesantren dan keluarga dalam mendidik para santri.
Usai acara resmi, seluruh wali santri diarahkan menuju kelas masing-masing untuk mengikuti sesi konsultasi bersama wali kelas dan wali asrama. Pada kesempatan tersebut, para orang tua dapat berdialog secara langsung mengenai program pendidikan, pembinaan karakter, kehidupan di asrama, serta berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang diikuti oleh para santri, wali santri, asatidz, pengurus pesantren, serta seluruh tamu undangan. Kebersamaan ini menjadi penutup yang penuh kehangatan sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Pesantren Ittihadul Muhibbin.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Ittihadul Muhibbin berharap terjalin sinergi yang kuat antara pesantren dan para wali santri. Dengan kebersamaan, komunikasi yang baik, serta doa dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan lahir generasi santri yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi penerus perjuangan ulama dan memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.




