Spesial Hari Santri, Pesantren Ittihadul Muhibbin Gelar Agenda “Santri Menulis”

Kamis, 22 Oktober 2026

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pesantren Ittihadul Muhibbin menggelar kegiatan Santri Menulis pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan Pesantren Ittihadul Muhibbin sebagai upaya menumbuhkan minat literasi, mengasah kreativitas, serta membangun kemampuan menulis di kalangan santri.

Setelah mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional, para santri mengikuti sesi Santri Menulis yang dibuka oleh pembawa acara, Muallim Nur Wahyudi, S.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi materi yang menghadirkan dua pemateri, yakni Ustadz Radinal Mukhtar, S.Hi., M.Pd. dan Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin, Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.Th.

Pada sesi pertama, Ustadz Radinal Mukhtar menyampaikan materi tentang proses menulis buku, mulai dari menemukan ide, menyusun tulisan, melalui tahapan penerbitan, hingga akhirnya menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati oleh pembaca. Beliau menjelaskan bahwa ide tulisan tidak selalu harus berasal dari sesuatu yang besar atau luar biasa. Hal-hal sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari pun dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga.

Beliau juga mengajak para santri untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan menjadikan berbagai pengalaman sebagai bahan tulisan. Bahkan, nasihat orang tua, kejadian-kejadian kecil, serta pengalaman pribadi dapat dikembangkan menjadi tulisan yang menarik dan sarat makna apabila diolah dengan baik.

Memasuki sesi kedua, Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin, Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.Th., berbagi pengalaman mengenai perjalanan awal beliau dalam dunia kepenulisan. Beliau menceritakan bahwa ketertarikannya untuk menulis bermula ketika diajak oleh beberapa ustadz lain semasa mengabdi di pesantren tempat beliau menimba ilmu dahulu.

Dari langkah-langkah sederhana itulah, kebiasaan menulis terus tumbuh hingga akhirnya beliau berhasil menghasilkan sebanyak 18 buku. Beliau mengungkapkan bahwa tulisan-tulisan tersebut berawal dari hal-hal ringan yang dekat dengan kehidupan santri ketika beliau masih aktif mengajar. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi para santri bahwa sebuah karya besar dapat bermula dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Setelah kedua sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat sejenak dan pelaksanaan salat Duha berjamaah. Selanjutnya, para santri diarahkan menuju laboratorium komputer untuk mengikuti sesi praktik menulis secara langsung. Pada sesi ini, para santri diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis dengan menuangkan ide dan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan.

Menariknya, tulisan yang dihasilkan dalam sesi praktik tersebut akan disimpan oleh masing-masing santri sebagai dokumentasi karya pribadi sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan menulis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi para santri untuk mulai menghasilkan karya mereka sendiri.

Kegiatan Santri Menulis kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan, sebelum diakhiri dengan foto bersama.

Melalui agenda spesial Hari Santri ini, Pesantren Ittihadul Muhibbin berharap dapat menumbuhkan generasi santri yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu menuangkan ilmu, pengalaman, dan pemikirannya dalam bentuk tulisan yang bermanfaat bagi umat.

Sebab, santri bukan hanya pewaris ilmu, tetapi juga harus mampu menjadi penulis yang mengabadikan ilmu dan menyebarkan manfaat melalui karya.