Silaturahmi Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin bersama Habib Jindan dan Para Tuan Guru di Kantor Pusat SMEC

Senin, 21 September 2026 — Suasana penuh keakraban dan nuansa keilmuan mewarnai acara silaturahmi Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin, Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.Th., bersama Habib Jindan bin Novel bin Jindan dan para tuan guru yang dilaksanakan oleh SMEC di Kantor Pusat SMEC, Senin (21/9/2026). Kegiatan dimulai pada pukul 15.00.

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Imsyah Satari, CEO SMEC Grup, Habib Haykal Al-Aydrus, Wakil CEO SMEC, seluruh karyawan SMEC Pusat, serta sejumlah karyawan dari anak usaha SMEC lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan pesan-pesan keagamaan.

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan bin Novel bin Jindan membahas tentang ciri-ciri pengusaha yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Beliau mengingatkan bahwa kesuksesan seorang pengusaha tidak hanya dilihat dari banyaknya harta dan pencapaian materi, tetapi juga dari cara memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan harta tersebut.

Habib Jindan menyoroti fenomena semakin langkanya orang kaya dan para pengusaha yang mau meluangkan waktunya untuk duduk di majelis ilmu. Lebih dari itu, beliau juga menyampaikan tentang semakin jarangnya orang-orang yang memiliki kemampuan secara finansial tetapi bersedia mengadakan dan mendukung majelis ilmu, khususnya di akhir zaman.

Menurut beliau, keberadaan orang kaya yang dekat dengan majelis ilmu merupakan sesuatu yang sangat berharga. Ilmu agama menjadi bekal penting agar harta dan usaha yang dimiliki dapat dikelola dengan penuh tanggung jawab serta diarahkan untuk memberikan manfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Jindan juga mengingatkan para peserta mengenai bahaya riba. Beliau menekankan pentingnya memahami persoalan muamalah, khususnya bagi para pengusaha yang dalam aktivitas sehari-hari bersentuhan dengan berbagai bentuk transaksi, pembiayaan, utang-piutang, dan kegiatan ekonomi lainnya.

Habib Jindan menjelaskan bahwa riba memiliki banyak bentuk dan cabang. Beliau menyampaikan bahwa dalam sejumlah keterangan, riba memiliki 60 bahkan hingga 70 bagian, sehingga umat Islam perlu berhati-hati dan memperdalam pemahaman mengenai muamalah agar aktivitas ekonomi yang dijalankan tidak terjerumus ke dalam transaksi yang dilarang syariat.

Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi keluarga besar SMEC yang bergerak dalam lingkungan dunia usaha. Keberhasilan usaha hendaknya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan, keberkahan, dan kemanfaatan.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara kalangan pesantren, para tuan guru, dan dunia usaha. Kehadiran para ulama dan tokoh agama memberikan kesempatan bagi jajaran pimpinan serta karyawan SMEC untuk bersama-sama menimba ilmu dan mendapatkan nasihat keagamaan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar keluarga besar SMEC dalam membangun lingkungan usaha yang senantiasa mengedepankan ilmu, iman, ketakwaan, serta kepedulian terhadap kemaslahatan umat.