Ahad, 05 April 2026 menjadi hari yang penuh makna dan haru. Direktur Pesantren Ittihadul Muhibbin, Ustadz H. Imamul Authon Nur, Lc., M.Th., melakukan kunjungan ke Pesantren Modern dan Tahfizh Al-Haramain Rantau Prapat yang dipimpin oleh Ustadz Fadlan Harmein Harahap, Lc.
Kunjungan ini terasa begitu istimewa, karena bukan sekadar silaturahim biasa. Bagi Ustadz Fadlan Harmein Harahap, sosok Ustadz Imamul Authon Nur bukanlah orang asing, melainkan guru yang dahulu membimbingnya saat menimba ilmu di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Pertemuan ini pun menjadi momen indah antara guru dan murid yang kini telah berhasil membangun dan mengembangkan pesantren sendiri.
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak jelas dalam pertemuan tersebut. Para pengurus pesantren tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini dengan meminta Ustadz Imamul Authon Nur untuk memberikan tausiyah dan motivasi kepada para santri dan santriwati yang tengah menghadapi ulangan umum semester dua.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu selama berada di pesantren dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa masa menuntut ilmu adalah kesempatan emas yang tidak akan terulang kembali. “Tidak ada kenikmatan kecuali setelah melalui berbagai kelelahan dan perjuangan,” pesan beliau, yang disambut dengan penuh perhatian oleh para santri.
Di akhir tausiyah, beliau memanjatkan doa agar seluruh santri, pengurus, dan civitas pesantren senantiasa diberikan taufik serta ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap langkah perjuangan mereka.
Kebersamaan semakin terasa hangat dengan adanya makan bersama setelah pelaksanaan shalat Isya. Momen sederhana ini semakin mempererat hubungan emosional antara guru dan para muridnya.
Usai rangkaian kegiatan, Ustadz Imamul Authon Nur kembali bertolak menuju Kota Medan. Dengan penuh rasa bahagia dan haru, para santri dan keluarga besar pesantren mengiringi kepergian beliau dengan doa, berharap agar beliau sampai dengan selamat dan senantiasa diberikan kesehatan.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa keberkahan ilmu tidak pernah terputus, dan hubungan antara guru dan murid akan selalu hidup dalam bingkai ukhuwah dan doa


